Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Senja Ini Aku Merindumu, Ayah

Suatu senja di Yogyakarta
Senja semakin senja saja
Kuterawang makna di balik mega merona itu
Satu makna terselip dari pudaran khas warna emas
Rindu.
Padamu, Ayahku.
Berai hatiku lama tak bersua denganmu


Ayah, di usiamu yang semakin senja ingin rasanya aku menemanimu
dengan secangkir teh pahitmu
yang biasa kau teguk saat nikmati masa indah di tengah kesendirian
Kemudian aku dengan segala kesahku
Melukis harapku dalam belai hangatmu


Ayah, jiwa ini haus dengan kata bijakmu, dengan nasihatmu yang melegakan
Sesekali haus pula dengan amarahmu yang meletup – letup
Tidakkah kau rindu itu ayah?
Yah, senja yang maha indah itu akan selalu kunanti
Mungkin sampai senja usiaku pula





22 Juni 2014

Aku dan Sumarah di Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) DIY 2014 (bagian 1)

Alhamdulillah usai. Alhamdulilah selesai juga proses panjang itu. Sabtu, 14 Juni 2014 menjadi puncak dari segala usaha itu.
Teater telah menjadi bagian dari kehidupanku.Itulah sebab mengapa aku sampai pada Peksimida ini.Jujur, aku tak pernah ada angan – angan untuk mengikuti Peksimida.Tapi bulanitu, Mei 2014, Teater Gadjah Mada menggelar seleksi Peksimida cabang teater monolog untuk seluruh mahasiswa UGM yang nantinya mewakili kampus ke ajang seni bergengsi itu.
Mendadak pada suatu malam, aku dihubungi oleh ketua Komunitas Seni Kehutanan(KSK) yang mengabarkan soal seleksi Peksimida tingkat Universitas itu. Ada 3 cabang yang ditawarkan olehnya: monolog, baca puisi, dan menulis cerpen. Weeww, aku sangat suka ketiganya! Tapi entah kenapa, hasratku lebih memilih cabang monolog.
Singkat cerita. Tepat pada tanggal 21 Mei 2014 aku mengikuti seleksi tersebut. Keadaanku saat itu sangat memprihatinkan! Flu berat, batuk kering, dan suaraku hamper hilang! Bukan aku tidak mempersiapkan fisik dengan ba…