Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Aksara Kita dalam Selimut Hujan

Ini waktu yang tepat untuk mengaksara Tak perlu banyak bicara, lihat Jemari ini telah siap dengan tumpah ruah ceritanya
Tanah di seberang sana masih mengering saja, sekering hati ini sesaat Sebelum akhirnya waktu mengantarkanku padamu Tak ada suara antara kita saat itu Karena guyuran air deras menghujam batu dan cadas Aku, kau, kita tenggelam menikmati kesyahduan yang alam ciptakan Petrichor. Aroma khas tanah yang senantiasa menyeruak kala hujan turun untuk sekedar mendamaikan hati yang gulana Dan petrichor seperti halnya kau yang entah datang ‘tuk sekedar sirami keringnya hati ini Lalu bulir demi bulir air yang kita lihat seperti menyorakiku gila Ya, aku amat menggilai petrichor saat itu, begitu juga padamu
Kini, hujan memunguti sisa diamku. Membungkusku rapat hingga membisu Tentu kau masih ingat desau hujan saat itu Dan juga petrichornya yang menentramkan Tidakkah kita harus berterimakasih padanya? Tentu saja. Kau hujan, kau yang menggerakkan aksaraku bersuara
Kau hujan rinduku, kau yang mencipta kegila…