Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

5 Pengalaman Ternekad Ala Dian Yuanita

Saya setuju banget dengan apa yang ditulis Rhoma Irama dalam lirik lagunya yang berbunyi “Masa muda, masa yang berapi – api”. Buat saya masa muda adalah masa yang penuh gairah, masa pencarian jati diri, masa pembentukan karakter. Saya juga berpendapat bahwa dia yang masa mudanya melakukan hal – hal (hal baik tentunya) yang orang lain tidak lakukan, maka di masa tuanya berhak mendapatkan hal – hal yang orang lain tidak dapatkan.

Sepanjang masa muda saya berjalan, tidak saya sangka banyak melewati hal yang dramatis nan mengharu biru. Di samping mungkin ada pembaca yang sudah membaca empat part kisah gagal bunuh diri saya, sejatinya saya pun juga banyak berjuang untuk menata kehidupan di masa depan. Sekali lagi upaya bunuh diri di masa lalu terjadi karena saya memendam masalah sendiri dan enggan menceritakan masalah saya kepada orang lain. So, curhat itu penting!
Eh tapi jaman sekarang orang curhat dikira baperan, dikira cemen. Jangan terlalu banyak negative thinking yah. Siapa tahu jiwan…

KILAS : HIKMAH GAGAL BUNUH DIRI SEKIAN KALI (Bag. IV-end)

Kita tidak bisa memilih dilahirkan seperti apa ke dunia. Jika kita bisa memilih, tentu kita akan pilih hal – hal yang terbaik. Wajah yang rupawan, tubuh yang sehat, otak yang cerdas, harta berlimpah, keluarga yang harmonis.

Tapi karena kita tidak bisa memilih, maka kita dilahirkan sesuai ketetapanNya. Yang dengannya Tuhan ingin kita belajar bersyukur dan berjuang tanpa kecuali.



Salah satu hal yang tidak saya miliki adalah keluarga yang utuh dan harmonis. Tidak terhitung berapa kali saya marah dan menuntut pada Tuhan, “Tuhan, kenapa harus saya yang dibesarkan di keluarga seperti ini? Kenapa Papa dan Mama memilih berpisah?” Namun yang saya dapatkan di setiap kemarahan itu hanya keterpurukan yang semakin menjadi – jadi.

Terima! Bertahun – tahun melewati masalah ini akhirnya saya paham bahwa penerimaan adalah kunci. Kurang lebih 3 tahun setelah melakukan percobaan bunuh diri berulang kali, saya mencoba untuk sungguh – sungguh mengevaluasi hidup. Beberapa kali saya datang ke psikolog untuk b…