Langsung ke konten utama

Postingan

Suggested Article to Read

Perjalanan Meraih Beasiswa LPDP: Dari Hamil Muda Hingga Pasca Melahirkan

A dream doesn’t become reality through magic; it takes sweat, determination and hard work.-Colin Powell
Disclaimer: Setiap orang pasti memiliki kisah dan pengalaman yang unik dan berharga. Berikut adalah kisah saya.

PrologSetidaknya quote di atas menjadi salah satu pengingat terbaik pada setiap ikhtiar yang saya kerjakan, salah satunya ketikan mengkhtiarkan lanjut studi S2 dengan beasiswa. Mengapa harus dengan beasiswa? Quick answer, saya bukan terlahir dari keluarga yang mampu membiayai studi lanjut saya baik S2 dan S3. Lalu jika saya Orang tua (mama) saya pernah berujar bahwa beliau hanya mampu menyekolahkan saya sampai S1 saja. Itupun selama saya kuliah S1 saya harus getol mencari dan mendapatkan beasiswa. Dan saya bersyukur sekali Tuhan memberikan banyak pertolongan untuk saya meraih berbagai macam beasiswa dari semester I hingga semester IX (iya agak telat lulus satu semester hihi), sebutlah beasiswa BNI 46, beasiswa PPA, beasiswa Yayasan Tunas Muda Cendekia, beasiswa Tanabe Founda…
Postingan terbaru

Trimester Kedua Kehamilan: Milestone yang Menakjubkan

Sebuah Penyegaran Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman dan khalayak umum yang sudah membaca tulisan tentang pengalaman trimester pertama kehamilan saya. Tulisan tersebut pada akhirnya menuai banyak pertanyaan dan rasa penasaran baik dari kaum adam dan hawa, baik yang belum dan sudah menikah, serta baik yang tengah berupaya dan menjalani kehamilan.
Pada chapter pertama saya memang lebih banyak mengulas dan memberikan introduksi tentang pengalaman menjalani trimester pertama dengan kondisi LDM dan bekerja full-time. Sehingga jika pembaca berekspektasi saya akan membagikan pengalaman kehamilan secara lebih “klinis” seperti berapa minggu janin terbentuk? Apa tanda-tanda kehamilan? Dan serupa lainnya… mohon maaf mungkin tidak saya bahas mendetail di chapter tersebut. Hihihi.
Maka sebelum saya membagikan pengalaman trimester kedua kehamilan, saya akan lebih dulu merangkum jawaban dari pertanyaan yang bisa dibilang kurang lebih serupa ya.
1. Apa tanda-tanda kehamilan? Saya tidak bisa memb…

LDM, Karier dan Trimester Pertama Kehamilan

Memutuskan LDM Tiga hari setelah acara pernikahan pada 28 Oktober 2018, saya dan suami harus berpisah jarak. Jika kebanyakan pengantin baru akan menghabiskan waktu awal pernikahan dengan berbulan madu, maka itu tidak berlaku bagi kami. Saya harus kembali bekerja di Jakarta, sedangkan suami berkuliah di Jogja. Terlebih suami tengah struggling dengan tesisnya. Wish him luck ya! Hihihi.
Sebelum kami menikah, kami telah berdiskusi panjang soal kemungkinan menjalani long distance marriage (LDM) sementara waktu. Tentu banyak pertimbangannya -yang tidak bisa kami bagikan pada publik. Kami berdua sama-sama sepakat untuk menjalani dan menghadapi LDM sebagai bagian dari fase pernikahan. Kami sebut fase sebab berdasarkan pengalaman banyak orang, LDM sangat mungkin terjadi pada pasangan suami istri dalam kurun waktu tertentu selama mereka menikah.
Saya pribadi juga tidak pernah menyangka saya akan mengalami fase LDM secepat ini. Bukan perkara mudah! :( Tapi jika memang sudah suratan, maka kuncinya a…

Memahami Ketidaksederhanaan Self-Love

Tema self-love menjadi tema yang sangat menarik buat saya sebab sampai detik ini saya masih berupaya mencintai diri sendiri sepenuhnya. Seberapa besar esensi self-love sehingga kita perlu untuk belajar dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari? Konsep sederhananya self-love berkaitan dengan kebahagiaan, baik kebahagiaan yang dimiliki diri sendiri maupun orang lain. Bagi saya, self-love is very important because it helps us to keep our own attitude, our own personal space and also helps us to know about ourselves. By knowing ourselves better, we can love others.
Hal yang mudah? Mungkin tidak.
Banyak orang ramai memperbincangkan self-love, bahkan tagar #selflove dipasang hampir 25 juta post di instagram. Tapi barangkali tidak banyak yang benar-benar paham apa itu self-love, seperti yang diutarakan oleh salah satu pembicara di talkshow “Self-Love: Perkara Apa, Bagaimana dan Selanjutnya Kemana?” yang diadakan pada 23 Februari 2019 lalu di Jakarta Selatan. Talkshow yang diadakan oleh Komuni…