Langsung ke konten utama

Pengalaman Nge-MC di "Japan on Track 2014"

Alhamdulillah...

Hari ini... Todaaaaay.... Aku dapet pengalaman luar biasa sekali!!!
Didaulat menjadi Master of Ceremony (MC) di acara seminar "Japan on Track 2014" yang diadakan oleh UGM bekerja sama dengan PT Astra Daihatsu Motor adalah suatu hal yang tak terkira!

Siang tepat perkuliahanku selesai, aku mendapat satu pesan singkat dari Mas Hairi, alumni Kehutanan UGM yang akhir - akhir ini berkecimpung di KUI ( Kantor Urusan Internasional) chapter UGM. Intinya, beliau memintaku menjadi MC di acara "Japan on Track" di hari ini (juga) pukul 14.30 - 17.30.

Sempat emosi juga karena pemberitahuan yang mendadak. Menggerutu nggak ada habisnya! Swear! Emang deh ya, Indonesia itu kalo nggak mendadak nggak ajib -______________-
Nah, mas Hairi mengejar kepastianku tuh pada saat itu. Dan andweee! Gue bingung. Halah pake gue segala.
Bingung karena di jam 13.00-14.30 aku ada kuliah yang kebetulan dosennya hmm.... Mr. Kas. Bingung karena belum persiapan apapun piuun piuun! Pokoknya bingung tingkat dewi.
Dan ditengah kebingunganku, seorang atas nama Armando mengirimiku sms. Mengaku menjadi partner MC-ku di acara itu.
Nah looooooooo... Botak botak deh karna bingung.

Seiring menit yang berjalan, kuputuskan untuk memilih menge-MC ketimbang kuliah. Plis jangan ditiru.
Yang tersirat dalam benakku adalah aku jarang - jarang dapet job nge-MC dengan penyelenggara universitas bekerja sama dengan perusahaan, apalagi perusahaan asing yang fenomenal! Dan KESEMPATAN mungkin NGGAK AKAN DATANG DUA KALI. Oke, fixed. Nge-MC? yuuk...

Saat itu, seminar diadakan di Kantor Pusat Fakultas Teknik, tepatnya di lantai 2. Dugdeerr...
Pesertanya banyak juga... Dugderrr.. Lah, kok banyak Nippon? Orang orang Jepang? Ini acara apa to?

Singkat cerita...
Semua berjalan mulus. Awalnya sempat nervous karena harus nge-MC dalam bahasa Inggris. Untung ada partner MC, si Armando, yang mumpuni juga.
Semua luar biasa!! Meski tanpa rehearsal khusus, tapi semua mengalir indah...

Dan

Ini lebih luar biasaaa lagi! Siang tadi ketika menunggu waktu untuk menge-MC, saya duduk berdampingan dengan Mr Tsuneo Itagaki, Senior Executive Director of PT Astra Daihatsu Motor. Ya, beliau yang mengomandoi brand mobil ternama dari Jepang itu. Alhamdulillah, nikmat Allah benar - benar nikmat!  
Ini foto beliau, Mr Itagaki :)

source: www.toyotaimprensa.com.br

Soal Nippon tadi... ternyata mereka adalah awak PT Astra Daihatsu dan beberapa dari mereka adalah staf pengajar Aichi Prefectural University, Japan.

Nah, friends... Kabar gembira niiiii... Sore tadi aku dapet sms kalo ternyata kuliahnya Mr Kas kosoooong! Alhamdulilllah.
Lengkap sekali nikmat-Nya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mewujudkan Pernikahan Impian: Intimacy, Simplicity, and Low Budget

“Marriage is not a noun; it’s a verb. It isn’t something you get, but something you do.”-Anonim 
Atas izin Allah dan ridha dari lika-liku panjang, akhirnya saya menikah pada 28 Oktober 2018. Momen pernikahan adalah momen yang paling membahagiakan, but also quite challenging at the same time. Terlebih saya sebagai survivor broken home yang sempat memiliki trauma pernikahan orang tua.
Pada edisi tulisan kali ini, saya akan berbagi tentang persiapan yang saya dan Mas Azwar (suami) lakukan sebelum melangsungkan acara pernikahan. Ulasan akan lebih banyak pada manajemen nikah on budget! Hehehe. Tentunya setiap orang memiliki cita-cita dan pengalaman menikah tersendiri. Sehingga perlu saya sampaikan di awal bahwa apa yang saya bagikan disini adalah berdasar cita-cita dan pengalaman kami yang barangkali berbeda dengan pembaca. Namun semoga bisa memperkaya khazanah kita bersama ya! ;)



Introduksi: Persiapan Awal Banyak persepsi yang menyebut bahwa acara akad dan resepsi atau tasyakuran menjadi tang…

Jumpalitan Hati Jadi Founder Komunitas Anak Broken Home

Menjadi founder suatu komunitas sejatinya tidak menjadi salah satu impian dalam hidup saya. Saya sungguh sadar bahwa menjadi founder komunitas ibarat membangun rumah dimana kita sendirilah yang menjadi arsitek, tukang, sekaligus penghuninya. Jika ingin rumah kokoh kuat dan tahan lama, maka fondasinya harus bagus dan perawatannya harus rutin. Sama halnya dengan membangun komunitas: tidak bisa asal bangun dan lambat laun mangkrak begitu saja.
Secara definisi komunitas adalah kelompok sosial yang memiliki kesadaran bersama (senasib, sepenanggungan, atau satu ketertarikan) dan saling berinteraksi. Di belahan bumi ini tak terhitung jumlah komunitas yang berkembang. Setiap komunitas pastilah memiliki visi, misi dan tujuan yang positif. Entah untuk mengembangkan minat, mengasah bakat, memperluas jejaring dan lainnya.

Gejolak Batin Membangun Komunitas untuk Anak Broken Home Pada Februari 2015, mendadak terlintas dalam benak untuk membangun komunitas yang mewadahi anak – anak broken home. Ide itu…

KILAS : HIKMAH GAGAL BUNUH DIRI SEKIAN KALI (Bag. I)

“Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh, jauh kemudian hari.”
Satu pepatah dari Pramoedya Ananta Toer menggerakkan tangan saya untuk menulis sekilas perjalanan hidup selama saya tumbuh dan berkembang di bumi yang subur ini. Saya menulis untuk tak terhitung anak korban (survivor) broken home yang masih abu – abu dalam menghadapi getirnya hidup.