Trimester Kedua Kehamilan: Milestone yang Menakjubkan

Usia kehamilan 6 bulan. Segar 'kan ya?


Sebuah Penyegaran
Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman dan khalayak umum yang sudah membaca tulisan tentang pengalaman trimester pertama kehamilan saya. Tulisan tersebut pada akhirnya menuai banyak pertanyaan dan rasa penasaran baik dari kaum adam dan hawa, baik yang belum dan sudah menikah, serta baik yang tengah berupaya dan menjalani kehamilan.

Pada chapter pertama saya memang lebih banyak mengulas dan memberikan introduksi tentang pengalaman menjalani trimester pertama dengan kondisi LDM dan bekerja full-time. Sehingga jika pembaca berekspektasi saya akan membagikan pengalaman kehamilan secara lebih “klinis” seperti berapa minggu janin terbentuk? Apa tanda-tanda kehamilan? Dan serupa lainnya… mohon maaf mungkin tidak saya bahas mendetail di chapter tersebut. Hihihi.

Maka sebelum saya membagikan pengalaman trimester kedua kehamilan, saya akan lebih dulu merangkum jawaban dari pertanyaan yang bisa dibilang kurang lebih serupa ya.

1. Apa tanda-tanda kehamilan?
Saya tidak bisa membagikan pengalaman khusus karena saya sendiri tidak merasa perubahan kondisi tubuh yang mengindikasikan saya hamil. Seperti yang sudah saya bagikan di chapter pertama, saya melakukan tes kehamilan menggunakan test-pack itu karena feeling… Tapi kalau boleh berbagi, banyak rekan saya yang menggunakan metode kalender. Jika sudah terlambat haid selama kurun waktu tertentu dan merasa ada perubahan kondisi tubuh, mereka melakukan tes kehamilan. Jika hasil masih negatif, bisa dilakukan pengulangan tes di minggu berikutnya. Caranya bisa dengan kembali menggunakan test-pack atau jika ingin lebih mantap coba konsultasi pada bida atau dokter kandungan ya.

2. Nutrisi apa yang perlu dipenuhi selama trimester pertama kehamilan ?
Correct me if I’m wrong, bahwa selama minggu-minggu awal kehamilan, ibu hamil sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan berimbang. Sependek pengetahuan saya, trimester pertama kehamilan sangat critical sebab ada proses pembentukan janin dan organ penyusunnya. Seperti yang sudah saya bagikan juga, pada kontrol kehamilan pertama di dokter kandungan, usia kehamilan saya masih sekitar 6 minggu dan baru terbentuk kantong kehamilan saja. Saat itu dokter menyarankan untuk mengonsumsi lebih banyak asupan yang mengandung asam folat.

Asam folat sendiri memiliki segudang manfaat yang salah satunya menunjang tumbuh kembang janin dan mencegah keguguran. Manfaat lainnya bisa dicari di literatur lain ya, fellas! :D Nah, yang saya lakukan saat itu diantaranya dengan perbanyak makan buah dan sayur kaya asam folat seperti jeruk, pisang, alpukat, bayam, dan lainnya.. serta minum suplemen tinggi asam folat antara lain folavit, blackmores pregnancy gold, folamil, dan susu ibu hamil. Kok banyak banget suplemennya? Semuanya tidak sekali minum kok… Saya atur jadwalnya menurut komposisi suplemen.

Di samping asam folat, saya juga tentunya mengonsumsi bahan makanan yang mengandung nutrisi lainnya. Saya doyan banget makan di trimester pertama.Mual muntah sih saya alami juga meski tidak intens, namun saya coba selalu menyugesti diri bahwa janin dan diri saya perlu asupan nutrisi yang cukup maka saya harus makan makanan bergizi. Alhamdulillah, makan tetap lahap.

Suplemen yang saya konsumsi selama kehamilan

3. Kapan janin terbentuk? Kapan detak jantung pertama kali diperdengarkan?
Saya tidak tahu kapan tepatnya janin saya terbentuk. Saat itu saya melakukan kontrol kehamilan di usia sekitar 12 minggu, alhamdulillah janin sudah terbentuk dan saya juga sudah bisa mendengar detak jantungnya dari USG. Jujur, momen mendengarkan detak jantung janin itu salah satu momen paling emosional dalam hidup saya. Tidak bisa diungkap dengan kata-kata. Rasa takjub dan syukur saya pada kuasa Tuhan benar-benar tidak bertepi.
Kaitannya dengan pertanyaan ini, ada salah satu rekan yang bertanya tentang kehamilan kosong. Waduw… mohon maaf saya tidak ada kapasitas menjawabnya. Akan lebih baik jika mencari literatur kesehatan yang valid atau langsung bertanya pada dokter yaa hehehehe.

4. Apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh ibu hamil selama menjalani kehamilannya?
Buat saya, di samping nutrisi, ibu hamil membutuhkan support system yang bagus. Siapakah yang bertindak sebagai support system ini? Can be everyone! Suami jelas dong ya, orang tua, adik, kakak, keluarga, teman, bahkan orang asing sekalipun. Perubahan fisik dan psikis yang terjadi selama kehamilan perlu didukung dengan bentuk-bentuk perhatian agar ibu bisa menjalani kehamilan dengan nyaman. Sederhananya, jika kita penumpang KRL lalu melihat ibu hamil yang tengah berdiri berdesakan, segera beri kursi yang kamu duduki untuknya! Jangan acuh tak acuh. Ibu hamil bukan ingin dikasihani, tapi memang secara fisik dan psikis cenderung berbeda dengan orang yang tidak sedang hamil.

Lantas, bagaimana dengan saya yang menjalani LDM dan bekerja full-time? Saya sendiri harus jadi pribadi yang kokoh dulu karena terbentang jarak dengan suami dan keluarga sebab ngurusin apa-apa secara mandiri. Tapi alhamdulillah beruntung saya memiliki support system yang cukup (terutama suami, huhuhu dia sangat perhatian!!) meski memang ada suicidal thoughts muncul dalam kurun waktu tersebut. Catatan: sudah benar-benar baca chapter sebelumnya ‘kan?

Semoga rangkuman di atas cukup informatif ya, pembaca. Saatnya beranjak ke trimester kedua!



Trimester Kedua: Lebih Bugar dan Luar Biasa
Secara fisik, perubahan yang paling saya rasakan adalah lebih gampang lapar dan ngantuk!… Meski jadi gampang mengantuk, saya merasa lebih bugar dari trimester pertama. Entah mungkin timeline-nya tepat atau bagaimana, pekerjaan kantor juga menumpuk di trimester ini hahay. Secara psikis, alhamdulillah saya dan bayi gembira menikmati prosesnya. Tentu saya belajar dari pengalaman trimester pertama.

Hamil usia 4 bulan dan supporteran buat Sabrina Anggraini di Final Puteri Indonesia 2019

Disamping pekerjaan kantor, saya juga ada beberapa aktivitas lain yang cukup menguras energi salah satunya menyiapkan tes TOEFL iBT. Lol. Dikarenakan suatu hal saya harus mengambil tes TOEFL iBT karena sertifikat English proficiency test saya sudah kadaluwarsa. Perlu putar otak untuk bisa membagi diri antara pekerjaan, menyiapkan tes tersebut, belum ditambah aktivitas lain. Pukul 9 pagi sampai 5 sore (kadang lebih) saya harus bekerja di kantor. Sepulangnya saya perlu beberes kamar kos, masak untuk makan malam, dan kegiatan domestik lainnya. Selesai perkara domestik, saya sempatkan belajar untuk persiapan tes maksimal satu jam (iya satu jam aja) sebelum tidur malam. Paginya saya perlu melakukan aktivitas domestik dan tertentu, persiapan berangkat ke kantor, dan seperti itu terus kurang lebih kesehariannya…. Hehehehe. Sekali lagi karena saya tinggal di kos, without helper ya.

Hasil TOEFL iBT bagaimana? Alhamdulillah bagus, meski tidak mencapai target pribadi saya. Saya selalu afirmasikan ke bayi, minta bantuannya untuk mendukung saya dalam semua kegiatan. Maka hasil tes TEOFL iBT adalah berkat bantuannya!

Oh iya, mengikuti tes TOEFL iBT saat hamil jadi pengalaman menarik buat dibagi nih. Saat tes TOEFL iBT, banyak orang tidak percaya saya tengah hamil. Mayoritas peserta tes berusia sekitar 15 sampai 18 tahun. Banyak diantara mereka yang menyapa dan bertanya, “Kakak lagi hamil??”. Dan saya iyakan dengan mantap. Saya bangga rasanya jadi ibu hamil yang bisa turut ikut tes seperti mereka :) Saat saya tes TOEFL iBT, usia kandungan saya sekitar 20 minggu lebih. Alhamdulillah saya sudah merasakan gerakan janin seperti menendang dari usia kandungan sekitar 16 minggu. Dan sepanjang tes, si bayi gerak teruuss hahaha. Entah ikut mikir atau ngasih support buat ibunya.

Pengalaman menarik lainnya yaitu saat usia kandungan saya sekitar 24 minggu, saya naik-naik Candi Borobudur hingga puncak tertinggi yaitu puncak Arupadhatu bersama delegasi dari Australian Rural Leadership Foundation. Bukan tanpa alasan saya naik ke Candi Borobudur. Saya melakukannya karena pekerjaan. Bagi yang pernah berkunjung ke Borobudur dan mencapai puncak ini pasti bertanya-tanya, “Kok bisa?”. Saya juga tidak menyangka. Namun saya afirmasikan pada diri dan bayi bahwa ini adalah bentuk latihan fisik menjelang persalinan. Alhamdulillah semuanya lancar, saya tidak merasa lelah yang berlebihan, tidak pula sakit. Ngos-ngosan sih iya…. Tapi beneran deh, saya segar bugar setelah turun dari candi.

Bersama delegasi dari Australian Rural Leadership Foundation menuju puncak Arupadhatu

So happyy!! Bisa mencapai puncak Arupadhatu

Mungkin aktivitas semacam ini beresiko, tapi saya coba lebih banyak melakukan afirmasi dan sugesti. It works well with me. Saya selalu teringat cerita zaman mbah-mbah puteri kita dulu, saat hamil besar mereka masih ke sawah, mengelola ladang, mencari kayu bakar di hutan, naik sepeda puluhan kilometer untuk ke pasar, dan masih banyak aktivitas fisik berat lainnya. Kehamilan mereka aman-aman saja terbukti dengan lahirnya banyak generasi ayah ibu kita. So what? Artinya raga perempuan memang diciptakan seistimewa itu. Tergantung kita sebagai pemilik raga mau berdaya atau tidak.

Milestone bayi selama usia kehamilan trimester kedua ini luar biasa banget. Selain gerakan menendang seperti yang telah saya sebutkan di atas, secara perkembangan fisik juga semakin mantap. Mulai dengan terbentuknya mata, bibir, hingga genital serta organ dalam. Di trimester ini kita juga sudah bisa mengetahui prediksi kelamin bayi, apakah perempuan atau laki-laki.



Persiapan Menuju Trimester Akhir
Apa saja yang perlu dipersiapkan menuju trimester akhir? Asupan nutrisi jelas semakin ditingkatkan. Di trimester kedua saya mulai tambah mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D utamanya untuk menjaga kesehatan gigi dan tulang. Lalu saat masuk usia minggu ke-22, setelah saya mendapat persetujuan dari dokter, saya mulai mengikuti yoga dan senam hamil. Awalnya saya mengikuti kelas yoga dan senam hamil bersama praktisi di rumah sakit, setelahnya saya praktikkan sendiri secara rutin di kos. Di samping itu saya juga belajar yoga dari YouTube.

Persiapan menuju trimester akhir berarti juga persiapan menuju persalinan. Maka fisik dan psikis harus senantiasa seiring dan seirama ya buibuu. Kembali lagi ke poin: afirmasi dan sugesti lalu berdayakan diri. Insya Allah, Allah selalu menjaga kita dan bayi kita.

Sebagai penutup pada chapter ini saya akan bagikan rekomendasi aplikasi online kehamilan, forum ibu-ibu, serta YouTube channel untuk latihan yoga dan senam hamil.


Semoga tulisan ini bermanfaat, doakan saya pada minggu-minggu menuju persalinan ini ya! Nantikan  tulisan saya pada chapter berikutnya. Terima kasih! :)



Jakarta, 10 Juli 2019


Posting Komentar

Suggested Article to Read

Trimester Kedua Kehamilan: Milestone yang Menakjubkan

Usia kehamilan 6 bulan. Segar 'kan ya? Sebuah Penyegaran Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman dan khalayak umum yang ...

My Instagram

Copyright © dianyuanitaw.com. Made with by OddThemes